22 Desember, 2008

Rasulullah: Konsep Ibu dan Emansipasi

Ketika terjadi Perang Uhud, Rasullulah melihat seorang wanita tengah bertempur dengan gagah berani. Pada saat yang tepat, Rasullulah memanggil wanita prajurit itu: "Zuraidah, Bukankah lebih baik engkau di rumah saja untuk merawat anak-anakmu?"
Mendapat pertanyan itu Zuraidah hanya menunduk. Ia tidak tahu harus menjawab apa.

Ketika merasa Rasullulah tidak benar-benar memerlukan jawaban, Zuraidah mengundurkan diri dan kembali ke medan laga! Kini, giliran Rasullulah yang hanya dapat bergeleng-geleng kepala.

Pada ketika yang lain, Rasullulah memanggil Zuraidah kembali, "Zuraidah, suamimu mendapat cuti. Tidakkah engkau mengambil cuti dan pulang untuk melayani suami serta anak-anakmu?"
Kali ini Zuraidah tak dapat menolak saran Rasullulah. Bersama suaminya ia pulang. Cuti!

Dasar jiwa prajurit, ketika masa cuti habis, Zuraidah kembali bertempur. Lebih menggemaskan lagi, anak-anaknya pun di bawa ke medan perang dan di titipkan di dapur umum. Untuk kesekian kalinya Rasulullah hanya dapat menggeleng-gelengkan kepala.

Alkisah, Tuhan berkehendak lain. Sebatang anak panah meluncur tepat mengenai dada Zuraidah. Wanita gagah berani itu pun tumbang. Rasululah serta merta bersimpuh di depannya. Itu pemandangan yang langka. Tidak seperti itu kebiasaan Rasullulah menghormati prajurit Allah yang gugur.

Melihat keadaan demikian, Sang Panglima, Kalifah Umar, meminta seluruh prajurit menghormati Zuraidah seraya berorasi: "Dia adalah wanita gagah berani, Zuraidah adalah seorang parajurit wanita yang patut di teladani, hingga Rasullulah berkenan memberi hormat sacara khusus ...!"

Tapi, Rasulullah meyela, "Aku menghormati Zuraidah sebagai prajurit yang baik, tapi aku
bersimpuh di hadapannya karena ia seorang ibu yang baik".

Success4U. Whienda.


Artikel Terkait:

5 komentar:

  1. kapan aku jadi seorang ibu yack?ngaciiir..

    BalasHapus
  2. mbak dian, masih nunggu saya kan

    BalasHapus
  3. ibuuu...
    ak kgen ma ibuku..

    selamat hari ibu

    BalasHapus
  4. kt punya cut nyak dien jg,hebat bat bat...

    BalasHapus
  5. @Andi-andi Lumut
    Yups! Emangnya Mbak Dian kaya Kleting Kuning? ya

    @Dillah Edutech
    Emangnya pisah jauh sama Ibu? Jangan kyk Malin Kundang, lho ya?

    @Matahati
    Yups! Bener Mbak! Ya, 'khan? Klo ga ada Hari Ibu kita bisa lupa ama Cut Nya Dien, khan?

    BalasHapus

Whienda sampaikan hormat dan terimakasih atas apresiasi Anda. Semoga apresiasi Anda bukan hanya bermanfaat bagiku tapi juga untuk semua orang.

Nice Story

Ada cerita-cerita cantik di blog ini. Pendek, indah namun yang terpenting : inspiratif. Akan menjadi bagian dari pertimbangan Anda menentukan pilihan The Way of Live.

Karir

Mendukung Anda, meniti karir, mendaki langit meraih bintang. Ayo berbagi bersama saya di blog ini

Kisah Sukses

Mendukung Anda, meniti karir, mendaki langit meraih bintang. Ayo berbagi. Kita tengok cermati cara pandang, tokoh-tokoh sukses ini.

Hipnosis

Ayo, belajar hipnosis bersama saya di blog ini. Suatu yang sederhana dan alamiah yang akan membuat hidup menjadi lebih mudah untuk di jalani. Saya bantu Anda sebizaku.
Banyak cara membuat Slide Show di Sebizaku. Pasti berjalan baik. Gratis untuk Anda.

aneka slide show
Soft Transition Effect.
aneka slide show
Seperti Kompas.com punya.
aneka slide show
Random Square Transition Effect.