Proudly Powered by:

Sekapur Sirih:

Selamat Berprestasi 2009! Yuk ..kerja lagi..kerja lagi... menjadi lebih baik dari sebelumnya... Yuk, meraih bintang prestasi ... Untuk kebahagiaan hati... 2009 ... semoga menjadi tahun keberhasilan kita!Amien.

Banner Gue

Bagi yg berkenan: Bisa Copas yg ini:

sebizaku

11 Januari, 2009

Prestasi tinggi bergaji 1$ pertahun.

Masih ingat Steve Jobs? Itu lho, pria yang lekat dengan sweater lusuh dan jeans belel, penemu chips, pendiri dan CEO Apple-Machintos? Ingat 'kan, dengan pemuda putus sekolah yang mulai mendirikan Apple Computer dari garasi rumahnya di Detroit? Yang karir nya melejit, membesarkan perusahaannya lebih cepat dari siapapun sepanjang sejarah?

Dalam dunia yang mengalami krisis dewasa ini, ia bersedia menjadi CEO dengan gaji 1$ pertahun,
asalkan perusahaan-perushaan yang sakit itu di ' bail-out' oleh pemerintah. Kedengarannya tak masuk akal ya? Namun, tak lama kemudian niatan Steve Jobs ini diikuti oleh para CEO yang lain, termasuk tiga besar perusahaan otomotif terkemuka Amerika. Yaitu, Robert Nardelli (Chtysler) Rick Wagner (General Motor) dan Allan Mulaly (Ford). Mereka bersedia "kerja sosial" bergaji 1$ asalkan pemerintah mengucurkan dana talangan agar perusahaan-perusahaan terhindar dari kebangkrutan(JP/06/01/09).

Agaknya, Stee Jobs merasa perlu berbuat sesuatu bagi dunia yang menderita ini. Dirinya sendiri memang tak bermasalah. Dia masih menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Ia toh masih memiliki saham terbesar di Walt Disney ($4,9 miliar). Apple Computer juga tetap tegar walau di bursa saham sempat dijatuhkan dengan rumor bahwa ia mengalami serangan jantung.

Krisis yang melanda Amerika dan yang menular ke seluruh dunia, salah satu yang dituding penyebabnya adalah gaji para CEO yang selangit. Terbukti bahwa gaji besar para CEO itu, tidak bisa membuatnya mau berprestasi, Malah sebaliknya, membawa perusahaan ke jurang kebangkrutan.

Contohnya, Richard Fuld, CEO Lechman Brothers, menerima USS 71,9 juta atau sekitar Rp 668 miliar selama tahun 2007. Sedangkan Martin Sulivan, Chief Exeutif AIG, yang baru saja menerima dana talangan oleh pemerintah AS, bergaji RP 130 miliar. Bahkan para eksekutif yang dipecat karena kegagalannya pun masih menerima bayaran yang membuat semua orang ngiler. Misalnya para eksekutif Fannie Mae, Fressie Mac, Danniel Mudd dan Rihard Syron, mereka masih mendapat pesangon sekitar Rp 88 miliar!
Kondisi ini yang memicu kemarahan rakyat Amerika dan anggota kongres. Ternyata gaji besar tidak membuat seseorang mau berprestasi tinggi!

Trus, mengapa Steve Jobs mau menjadi CEO bagi perusahaan-perusahaan yang kolaps hanya dengan gaji 1$ pertahun? Apa sesungguhnya yang dicari oleh pria yang lengket dengan jeans belel ini? Duit?
Kalau bukan duit, trus apa ya, yang membuat seseorang mau berprestasi tinggi? Moralitas?
Bagiku, kayaknya, untuk peningkatan karir, banyak makna yang dapat ditarik dari berita ini. Tapi apa, ya?

Selengkapnya...

08 Januari, 2009

Bertempur atau Kabur?

Fight or flight. Bertempur atau kabur! itu adalah dua respon naluriah yang mendasar ketika seseorang menghadapi tantangan. Ketika sinyal tantangan masuk ke otak, organ ini mengalirkan kortisol sekaligus juga katekolamin. Kortisol inilah yang menyebabkan kita mengalami skeptis, kecemasan, frustasi, dan ketakutan. Lalu, kabur (flight)
Sebaliknya, mengalirnya zat-zat katekolamin, mendorong kita untuk menjadikan tantangan tesebut sebagai permainan yang mengasyikkan(fight).

Apa yang terjadi ketika sesorang yang berupaya berprestasi? Pada saat itu, ia mengalami kondisi flow. Proses neuropsikologis mengenai hal ini telah terungkap. Ketika kita menghadapi tantangan, otak kita mengalirkan zat-zat biokimia yang dipicu oleh sisitim adrenal (adrenalin dan nerodrenallin). Bahan-bahan ini menyiapkan otak agar siaga, penuh perhatian, tertarik, dan berenergi. Fight-motivation yang sangat besar inilah yang sering disebut orang sebagai adrenaline rush (banjir adrenalin)
Adrenalin mempunyai efek self-reinforcing (penguatan diri) menimbulkan gairah, kesenangan, dan kegembiraan, sebagaimana kita bermain-main. Kondisi seperti inilah yang mengakibatkan seseorang mencapai performance-nya yang tertinggi.

Sebaliknya jika adrenalin tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya, ia akan berubah menjadi racun bagi tubuh kita. Otak yang keracunan seperti ini ditandai dengan keadaan apatis (yang paling ringan) hingga depresi yang berpengaruh besar terhadap kesehatan psikis maupun pisik.

Asyik (flow) menghadapi tantangan pekerjaan, bukan hanya membawa Anda memperoleh performance-star, tetapi juga kebahagiaan dan kesehatan.

Fight or Flight! Karena semua orang tidak ingin sakit, maka berprestasi (fight) adalah satu-satunya pilihan! (Danel Goleman, Kecerdasan Emosi untuk Mencapai Puncak Prestasi, Gramedia,1999).

Kalau gitu, berprestasi kita anggap main-main aja, ya? Tapi, meski bermain-main, penginnya selalu menang, ya? Kalah juga ga'pa-apa, kok. Kalau menang ya lebih senang! Yang penting 'kan kita dapat hidup sehat, baik mental maupun pisik. (Dan tidaklah kehidupan dunia ini hanyalah sendau gurau dan main-main?...QS,Al-Ankabut,29:64)
Selengkapnya...

07 Januari, 2009

Cari Makan atau Berprestasi?

Pada zaman purbakala, di sebuah perkampungan di pinggir hutan, hiduplah seorang pemuda tangguh. Sebut saja, Rico (Ada nggak' ya, nama Rico di zaman itu?). Seperti kebanyakan penduduk kampung itu, Rico setiap hari pergi ke hutan, mencari makan. Apa sajalah, bisa buah-buahan, binatang atau apa..yang bisa di makan. Pasalnya, cari hamburger di hutan juga' ga' bakalan nemu!

Biasanya, warga kampung itu memasang jerat untuk menangkap kelinci. Sisa waktunya buat bersendau gurau atau tidur-tiduran. Kalau ada kelinci yang terjerat ya beruntung, kalau tidak, .... ya, ... laper!
Tapi Rico berpikir lain! Hari itu ia tampak berjalan merunduk di hutan dengan membawa panah. Setelah beberpa kali gagal memanah, akhirnya ia dapat juga seekor kelinci.Sore itu, sementara yang lain pulang dengan tangan hampa, Rico membawa seekor kelinci gemuk untuk mengisi perutnya.

Dari hari ke sehari, kemampuan Rico dalam hal memanah kelinci makin meningkat! Prestasinya makin meningkat. Dalam sehari kadang dua atau tiga ekor kelinci berhasil diperoleh. Lho! untuk apa? Ia makan semua? Jelas tidak! Seekor kelinci cukup banyak untuk isi perutnya. Sisanya..ia bagi-bagikan kepada tetangga.

Dasar Rico! Kini dia tidak lagi puas hanya memanah kelinci. Memanah kelinci bukan lagi tantangan baginya. Kini ia mengubrr-uber kijang! Jauh lebih sulit memang! Tapi, ..ketika ia pulang dengan memanggul seekor kijang, warga kampung mengelu-elukan dan memberinya tepuk tangan.

Kini Rico tak lagi bekerja keras demi perut. Dengan kemampuannya itu, ia merasa puas ketika tetangganya pada makan kijang hasil kerja kerasnya. Padahal..dia dulu juga ga' becus memanah seperti tetangganya yang lain!

Pada awalnya ia hanya berusaha mencari tantangan. Jika berhasil mengalahkan, ia merasa puas. Bahagia! Kini bahkan terbalik ..tantangan justru menghadangnya! Tantangan terberat baginya adalah ... ketika warga kampung memilihnya menjadi kepala suku! Dan ..ia merasa tak bisa menghindari tantangan itu!
............
Cerita ini cuman rewriter! Daku tulis-ulang sebisaku dari karya Yon Paulanka, Achevemnt Motivation Development, terbitan HRDMedia. "Sesungguhnya setiap orang -disadari atau tidak- memiliki motivasi berprestasi, namun kadar atau tingkatnya berbeda-beda. Faktor pemuas-nya juga berbeda-beda. Rico, hanyalah manusia biasa yang berusaha menjadi lebih baik dari sebelumnya. Itulah yang memberinya kepuasan hidup" demikian lanjut Yon Paulanka.

Sesungguhnya apa sih yang dicari Rico? Apa sih, yang dibutuhkan Rico! Kok mau-maunya bersusah payah?. Pasang jerat kelinci trus ditinggal tidur 'kan mudah? Dapat satu ekor kelinci 'kan sudah cukup buat makan? Kalau dapat kelinci ya beruntung ..kalau tidak ya ...nasib! Gitu aja kok repot!


Selengkapnya...

04 Januari, 2009

Berprestasi. Satu-satunya pilihan

Senang, ya banyak liburan. Hari besar, cuti bersama, banyak kesempatan berwisata! Semoga setelah rekreasi, dapat meningakatkan kreasi. Dengan banyak menjalani ritual, kita memperoleh kekuatan spiritual. Bagiku hari ini adalah hari pertama bekerja di tahun yang baru. Tapi, liburan tahun ini daku ga' kemana-mana, kok! Daku memilih liburan buat merawat Bokap yang barusan alami serangan jantung.

Sayangnya lagi, daku belum selesai buat rencana ke depan. Masa ga' direncanain, walau semua 'dah di tentukan oleh Yang Di Atas, trus kita ga' ikhtiar, gitu? Setidaknya, rencana yang matang akan meminimalisasi kemungkinan terjadinya kesalahan langkah. Tapi ga' apalah, direncanain sambil jalan.

Kadang daku terpengaruh juga oleh beberapa pernyataan teman, buat apa sih, berprestasi, kalu gajinya ya cuma segitu-segitu aja? Itu pernyataan yang membuat hatiku sedih. Hari gini, kok masih ada perusahaan yang tidak menghargai karyawannnya. Kadang mencoba berpikir dari sisi berbeda, kalau prestasi karyawan ga' meningkat, apa ya mungkin penghasilan perusahaan meningkat? Apa lagi, mengadapi krisis global begini. Kayaknya malah diperlukan kerja lebih keras lagi. Kayaknya, harus berprestasi lebih tinggi lagi! Kalo perusahaan bangkrut, trus kita ke mana?

Daku paham, tentang prestasi ini daku sendiri suka berdilema. Kadang-kadang dapat berpikir jernih. Berprestasi memang tidak selalu menghasilkan uang. Tapi selalu menghasilkan kepuasan batin. Tapi. kalau tidak berprestasi, bahkan bisa tidak dapat mendapatkan semuanya... bisa dipecat malah. Jadi berprestasi menjadi satu-satunya pilihan! Jika pun tak dapat uang, setidaknya dapat kepuasan batin.

Trus, berprestasi tuh yang bagaimana sih! Ya, tentu saja setiap orang punya ukuran masing-msing, tergantung kapasitas ia sebagai apa? Kalau daku sih sederhana saja. Berprestasi adalah menjadi lebih baik dari yang sebelumnya. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka dia termasuk orang yang merugi barang siapa yang hari ini lebih baik dari kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari kemain maka dia termasuk orang yang dilaknat Allah.(HR Mochamamad SAW, Buchari)

Semoga Anda termasuk orang yang beruntung di tahun 2009 ini. Amien.

Selengkapnya...

02 Januari, 2009

Tahun Baru: Allhamdulillah!

Kita sudah berada di tahun yang baru. Eh, maksud daku, kita sudah menggunakan kalender yang baru, tahun 2009. Kalender 2008 yang dekil dan penuh corat-coret sudah masuk keranjang sampah. Malam terompetan sudah berlalu. Terlepas dari makna spiritual yang dicari-cari, setiap orang telah menjalani malam pergantian tahun itu dengan caranya masing-masing.

Memang, sejauh kemampuanku browsing di internet, belum juga menemukan background spiritual sebagaimana tahun baru -tahun baru agama lain, misalnya Imlek, Waisak, maupun Hijriah atau Suro. Namun, apa pun alasannya Tahun Baru Masehi sudah mendunia. Diperingati maupun tidak. Dirayakan maupun tidak. Satu hal yang layak dicatat, bahwa pada malam pergantian Tahun Baru Masehi kemarin, kita semua melupakan segala perbedaan. Hampir semua warga kota Tumplek-bleg di jalan raya, melampaui pembatas agama, suku, maupun ras. Serempetan antar kendaran pun tidak menimbulkan pertengkaran. Penghuni planet maya ini pun tampak bergairah, saling "silaturahmi" antar blog, saling memberi salam, baik yang serius maupun yang jenaka.
Kiranya tidak berlebihan jika daku mengusulkan Tahun Baru Masehi sebagai Tahun Kebersamaan, Tahun Kerukunan. Itulah makna spiritual yang perlu kita bangkitkan dan bukan sekadar hura-hura apalagi huru-hara! Dengan demikian kita tidak perlu takut atau ragu melakukannya. Dan janganlah engkau mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. (QS 17:36)

Dan, katakanlah (Wahai Mohammad!): “Kami telah beriman kepada kitab yang diturunkan kepada kami (Al Quran) dan kitab-kitab yang diturunkan-Nya sebelumnya.(Injil, Taurat, Zabur dsb) Maka Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu, dan hanya kepada-Nya kami berserah diri.(QS, Al Ankabuut, 29:46)

Tidak ada paksaan dalam agama (QS 2:256), Untukmu agamamu, dan untukkulah agamaku (QS 109:6), dan tetap berpeganglah kamu semua kepada tali Allah. Dan, ditimpakan atas mereka kehinaan di mana saja berada, kecuali jika mereka berpegang pada tali Allah dan tali dengan manusia (QS Ali Imran 3;103 dan 3:112 dan All Hajj 22:78).

Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas berserah-diri kepada Allah, dan mengerjakan kebaikan?(QS, An Nissa, 4:25)

Masalahnya, kepada siapa daku mengusulkan hal ini? Semoga saudara-saudaraku yang berbeda agama denganku, berkenan dengan usulan ini. (Baca juga Syalom Alaikhem)

Daku sendiri juga tidak perlu memendam pilu, walau di malam itu daku berbuat keliru! Kata Bang Andi, kesalahan boleh terjadi, tapi cukup sekali. Jangan sampai karena satu kesalahan motivasi yang ada malah rusak, itu akan menciptakan bencana baru, pesan Bang Suryaden. Begitu juga kata Bang Erik, introspeksi tak perlu menunggu setahun sekali, tapi setiap hari! Kata Bang Dede, apa pun itu, yang akan datang harus lebih baik lagi. Semua perlu direncanakan untuk meminimalisasi kesalahan. Itu, nyaris senada dengan imbauan Bang Eiven Gusky dari Australia. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka dia termasuk orang yang merugi barang siapa yang hari ini lebih baik dari kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari kemain maka dia termasuk orang yang dilaknat Allah.(HR Mochamamad SAW, Buchari)

Yah, lha wong namanya juga manusia. Sesekali khilaf juga."Demi jiwa serta kesempurnaannya, Allah mengilhamkan jiwa pada keburukan dan ketaqwaan. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu dan merugilah orang yang mengotorinya" (QS.91:7-10). Kesalahan demi kesalahan, perbaikan demi perbaikan akan menuju ke kesempurnaan. Mungkin inilah sebabnya Bang Irwan Maing mengingatkan jangan bilang Astagfirullah..bilang aja Allhamdulilah. Daku pikir benar juga, tuh! Apapun kejadiannya jka kita dapat memetik hikmahnya, sudah barang tentu yang "astagfirulah" berubah menjadi "alhamdulilah".

Benar,kok! Daku menemukan hikmahnya. Dengan kekeliruanku malam itu, daku lebih mengenal cinta. Bahwa cinta dan sex-libido adalah dua hal yang berbeda. Bukan campur aduk seperti yang dipahami oleh banyak orang. Kecupan bernada kasih amat berbeda dengan ciuman ber-energi seksual. Anggapan bahwa wanita perlu memberikan sex untuk mendapatkan cinta telah terpatahkan. Bahwa pria bilang cinta untuk memperoleh sex, bukanlah sikap semua pira. Bahwa terlalu asyik pacaran mendekatkan ke dosa, telah terbantahkan. Dua orang yang saling bercinta, satu sama lain tidak akan saling memberi derita. Malam itu cinta telah menyelamatkan daku dari jurang dosa yang lebih dalam. Dan, Mbak Dian tak perlu "gedubrakan" gara-gara sebuah ciuman!

Allhamdulilah. Tuhan mengaruniai daku sahabat dan saudara yang harus kubanggakan. Itu hadiah Tahun Baru yang amat berharga.
(Sayangnya, Bang Seno ga' di rumah. Entar aja deh, akan daku kerjain dengan cara yang lain lagi!)

Selengkapnya...

01 Januari, 2009

Tahun Baru: Astagfirullah!

Sejak dari area parkir daku sudah berjalan nggremet. Bakan baru benar-benar keluar dari halaman gedung bioskop sudah pukul 11.40. Tapi daku terjebak di kemacetan yang lebih berjubel. Kalau pada hari biasa, pasti daku udah stress. Tapi, di malam pergantian Tahun Baru ini malah sebaliknya. Macet begini malah seneng! Apalagi ada si doi di samping gue! Inilah nikmatnya Malam Tahun Baru. Sangat membahagiakan! Dan, daku bersandar di pundak si Doi yang lagi nyetir. Hii..hiik kaya Mr and Mrs Smith aja!

Pada awalnya memang sengaja jendela mobil kubiarkan terbuka. Biar mereka pada ngiri. Ngga', ding!. Maksud daku pengin ngerasain udara Malam Tahun Baru, yang kayak apa, gitu. Eee..tahu-tahu ada yang nyelonongin terompet dan meniupnya keras-keras. “Tret … tet…tet!” Daku terkejut. Malah remaja nakal itu tersenyum cengengesan. Sialan!
Ya udah, daku tutup aja jendelanya rapat-rapat. Jadi bunyi terompet dan deru motor-motor itu cuma terdengar sayup-sayup. Dunia pun jadi milik daku berdua. Cee..ille!

Pas jam digital di dashboard menunjukkan angka 00.00, entah siapa yang mengomando, serentak bunyi klakson mobil membahana. Teriakan terompet bersahut-sahutan. Ada yang meniupnya sambil berdiri dan menari-nari di atas motornya! Begitu juga mereka yang berada di trotoar! Gila! Euferia, gitu!

Dan...tiba-tiba si Doi mendaratkan ciumannya di pipiku. Kanan, lalu kiri. Sempat kulihat wajahnya sangat bahagia. Ku tatap matanya ... eh, kayaknya dia akan mengatakan sesuatu. Pasti sesuatu itu rangkaian kata-kata indah, kaya di film tadi. Aku pun memejamkan mata, siap menikmati kata-kata indahnya!

Yang terjadi ternyata beda! Ia bahkan mengecup bibirku. Melumatnya, malah! Darahku terkesiap. Jiwaku terasa melayang. Entah berapa lama ia melakukannya, hingga dadaku terasa sesak... nafasku pun terengah-engah ... tubuh ini mau meledak rasanya!

Tapi, entah mengapa, tiba-tiba ada kekuatan pada diriku untuk menarik diri menjauh darinya. Bibirku begetar, "Istigfar ..istigfar!"
Walaupuin ucapanku lirih, ternyata ia mendengarnya. Ia melepaskan pelukannya. Lalu tertunduk. Daku juga.
Speakless!

----------------------------------------------

Hari pertama tahun 2009 ini aku bangun kesiangan!
Bukan lantaran tidur nyenyak, bahkan karena gelisah. Resah!
Beginikah caraku mengawali tahun yang baru?
Mengapa di Tahun Baru ini semuanya begitu permisif?
Semuanya jadi lepas dari segala ikatan, lepas kendali?
Mengapa bukan mengasah kemampuan pengendalian diri, refleksi, introspeksi dan membangun harapan?
Baru tiga hari yang lalu daku lakukan kontemplasi Satu Muharam ...
Berniat hijrah dari jalan berliku ke jalan lurus mengarah ke cahaya-Nya?
Bahkan... kini tersandung, terjebak di dosa baru yang lain...oh!
Inikah caraku meninggalkan malam akhir tahun?
Malam tanpa Salat Tahajut ... tidak ada Salat Subuh ...?
dan lumatan bibir yang melayangkan kesadaran ....!
Memulai langkah setahun kedepan dengan dosa?

"Whienda..istighfar ...istighfar!" Siapakah yang membisikkan itu, "Istighfar-lah Whien..." bisiknya lagi:

Astaghfirullah All Aziim ... Astaghfirullaha Rabii minqulli dzanbin wa atuubu Illaihi!
Ya Allah mohon ampunan-Mu. Ya Allah, Ya Rabbi Yang Maha Kasih dan Maha Agung, mohon diterima taubat hamba kepada Mu, Ya Allah
Allahuma baa'id baini wa baina khatayaya kama baadta bainal masriqi wal maghribi ...
Ya Allah..mohon jauhkanlah hamba dari kesalahan dan dosa sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat ..
Lha Illaha ha' Ilalah, Lha Illaha ha' Ilalah,
Lha Illaha ha' Ilalah, Lha Illaha ha' Ilalah,
Lha Illaha ha' Ilalah, Muhammad ar'Rasul Allah
................................................................
Ya Allah, Jika bibir ini tak mampu berkata-kata..terimalah tetes airmata ini ..Ya Allah!

Duh Gusti Allah ..bilih lati puniko boten saged wicanten, mugi katampia tetesing waspa punika ...
Duh Gusti ingkang Maha Welas lan Asih ...


Selengkapnya...

29 Desember, 2008

Tahun Baru Hijrah, Ide Siapa?

Dalam agama Islam dikenal banyak hari penting. Masing-masing memiliki makna yang berbeda. Namun , konon hanya ada dua yang wajib dirayakan. Yaitu dua hari penting yang diberi nama Idhul: Idhul Fitri dan Idhul Adha. Hari-hari penting yang lain lebih sekadar sebagai jangkar untuk mengingatkan pada momen-momen bersejarah. Entah mengapa, kok di negeri kita ga' ada tradisi merayakan tahun baru hijrah! Cuma "tanggal merah" doang? Sesungguhnya ide siapakah Peringatan Tahun Baru Hijrah? Apakah maknanya?

Sepeninggal Rasululah, masyarakat Islam merasa perlu memiliki kalender sendiri,dengan cara penentuan hari, bulan dan tahun sesuai dengan wahyu Allah. Ide pembuatan kalender ini dilontarkan oleh Amirulmukminin Umar Ibn Kathab (586-644 M), yang selanjutnya dimusyawarahkan dengan berbagai tokoh pada waktu itu.
Dalam musyawarah itu dibahas bermacam-macam pendapat mengenai hari bersejarah apa yang akan dijadikan patokan penanggalan Islam. Ada yang mengusulkan agar tarikh Islam dimulai dari hari lahir Nabi Muhammad SAW. Sebaliknya ada yang mengusulkan dimulai dari hari wafat beliau. Ada pula yang menghendaki tarikh Islam itu dimulai dari saat Nabi Muhammad diangkat menjadi rasul. Ternyata, yang disepakati adalah bahwa kalender Islam dimulai dari tahun hijrahnya Nabi Mohammad dari Mekkah ke Madinah. Mengapa?

Dibandingkan dengan tonggak-tonggak sejarah dalam Islam yang lain, hijrah ke Madinah memang merupakan hari yang paling bermakna. Hijrah merupakan tonggak pemisah antara kondisi jahiliah di Makkah dan kondisi peradaban Islam. Dan, menurut Saydina Umar Hijrah itu merupakan pemisah antara yang haq dan yang batil.

Peringatan Tahun Baru Hijrah, 1 Muharam 1430 Hendaklah bukan sekadar mengingat perpindahan fisik dari Makkah ke Madinah saja meski peristiwa itu memerlukan pengorbanan yang sangat besar. Diharapkan peringatan Tahun Baru Hijrah ini dapat mengingatkan orang betapa keangkuhan jahiliah telah ditinggalkan oleh muslim-muslim teladan di bawah kepemimpinan Muhammad SAW menuju peradaban dan keluhuran akhlak. Demikian imbau Gus Mus(A Mustafa Basri).

Tahun inilah saatnya terjadi hijrah dari perselisihan ke persatuan. Permusuhan hijrah ke persaudaraan. Kesombongan berganti kerendahan hati, fanatisme buta digantikan oleh tawasuth wal I'tidaal. Merasa pintar sendiri digantikan oleh ketakwaan dan kesediaan menghargai pihak lain.

Semoga kita memperoleh kekuatan dan ridha Allah agar kita mampu menundukkan ego degil kita karena itu merupakan tembok penghalang perjalanan hijrah ke kawasan yang lebih baik. Amin.

Selamat Tahun Baru, Selamat "Berhijrah"
Selengkapnya...

MAKIN BESAR KEPALA, MAKIN PARAHLAH SAKIT KEPALANYA(whienda)... ... LIFE IS TOO SHORT TO DRINK BAD COFEE (seno) ... ... PERSAHABATAN SEJATI LAYAKNYA KESEHATAN, NILAINYA BARU DISADARI KETIKA KITA KEHILANGANNYA(erik) ... ...SAHABAT ADALAH SATU JIWA YANG ADA DI RAGA YANG LAIN(linda)... ...