11 November, 2009

The Love of a Woman

Pada tahun 1971 (sudah jadul, ya?) surat kabar New York Post menulis kisah nyata tentang kisah unik yang terjadi sebuah kota kecil di White Oak, Georgia, Amerika. Kisah ini segera menyebar ke penjuru dunia, dan menjadi pembicaraan banyak orang. Pro dan kontra memang.
Namun seiring dengan berlalunya waktu, kisah ini memudar. Ya, cuma gara-gara ngebersihin kotak kaset usang milik babe, tiba-tiba aku ingin mengangkatnya kembali ke permukaan.

Ini tentang seorang pria yang menikahi wanita cantik. Sayangnya ia tidak dapat menghargai istrinya yang cantik hatiya juga itu. Bahkan, lelaki itu bukan suami dan ayah yang baik. Ia sering pulang malam dalam keadaan mabuk. Lebih-lebih lagi ia sering jatuh tangan kepada anak dan isterinya.

Suatu malam, ia memutuskan untuk mengadu nasib ke New York. Untuk itu, ia mencuri uang tabungan isterinya. Di New York, bersama beberapa temannya, ia memulai bisnis baru. Seperti yang terjadi di kota besar lainnya, untuk beberapa lama ia terlibat dalam kenikmatan minuman keras, judi dan sex.

Bulan berlalu. Tahun berlalu. Bisnisnya gagal, dan ia mulai kekurangan uang. Ia pun mulai terlibat dalam perbuatan kriminal. Ia menulis cek palsu dan menggunakannya untuk menipu orang lain. Akhirnya ... pada suatu saat naas, dia ditangkap polisi. Dan, pengadilan menghukumnya dengan tiga tahun penjara.

Menjelang masa hukuman berakhir, ia mulai merindukan rumahnya. Ia merindukan istrinya. Ia rindu keluarganya. Kerinduan itu mendorong dirinya untuk menulis surat kepada sang istri. Ia ceritakan betapa menyesalnya dia. Betapa ia mencintai isteri dan anak-anaknya, dan betapa ia berharap boleh kembali. Namun, ia juga mengerti bahwa mungkin sekarang sudah terlambat. Oleh karena itu, ia mengakhiri suratnya dengan menulis:

"Sayang, engkau tidak perlu menunggu aku. Tapi, jika kau masih menyimpan perasaan padaku, maukah engkau nyatakan?
Jika kau mau aku kembali padamu, ikatkanlah sehelai pita kuning pada satu-satunya
pohon beringin di pusat kota kita.
Apabila aku lewat dan tidak menemukan sehelai pita kuning, tidak mengapa. Aku akan tahu dan mengerti. Aku tidak akan turun dari bis dan terus menuju Miami. Aku berjanji tidak akan pernah mengganggu engkau dan anak-anak seumur hidupku".

And the end, hari pembebasan itu pun tiba. Lelaki itu sangat gelisah. Sedemikian jauh, ia tidak menerima surat balasan dari isterinya. Dia tidak tahu apakah isterinya menerima suratnya atau tidak. Bahkan, sekalipun sang isteri membaca suratnya, apakah dia mau mengampuninya? Maukah ia menerima kembali?

Mantan narapidana itu menuju Miami naik bus yang akan melewati kampung halamannya, White Oak. Makin mendekati pusat kota, lelaki itu makin gugup. "Tolong! Sewaktu melewati White Oak, usahakan bis berjalan pelan-pelan. Kita mesti melihat apa yang akan terjadi!" Ia mengimbau kepada si sopir bus.

Hatinya berdegub keras saat bis mendekati pusat kota White Oak. Dia hampir tidak berani mengangkat kepalanya ...Keringat dingin pun mengucur deras.

Akhirnya ... pohon itu terlihat oleh matanya ..
Tapi pandangannya kabur ...
Air mata membasahinya
Dan, menetes sebutir demi sebutir ...
Ia tidak melihat sehelai pita kuning ...
Tidak ada sehelai pita kuning ...
Tidak ada satu helai ...

Tetapi ...
seratus helai pita-pita kuning...
.... bergantungan di pohon beringin itu...
Oh, no! ... seluruh pohon itu dipenuhi pita kuning...

Sang sopir langsung menelpon surat kabar dan menceritakan kisah ini. Kemudian seorang penulis menggubah kisah ini menjadi lagu, The Yellow Ribbon Around the Old Oak Tree. Dan, ketika album ini di-rilis pada bulan Februari 1973, di bulan April, kurang dari sebulan, lagu itu menjadi top-hit dunia.

Memang, itu sebuah lagu lama. Bahkan populer sejak daku belum lahir. Hanya karena sesekali diputar oleh papa dan mama, syairnya menghunjam ke hati: "If God always forgive
you,.. will you forgive the others ? .. Think wisely .. "

With love, Whienda.

Artikel Terkait:

6 komentar:

  1. (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Wow.....
    *menganga mode on*

    BalasHapus
  2. nice post my beautiful friend Whienda :)btw, nice blog you got n thanks for the visit n comment my dear :)

    BalasHapus
  3. Hemm.. baru tau saya latar belakang diciptakannya lagu itu dari tulisan Winda ini. Kalau lagunya, waktu kecil saya sering denger

    BalasHapus
  4. Pertanyaanmu tentang autosugesti dan sub conscious mind peranan affirmasi sudah aku jawab sekaligus sebagai judul postingan baru hari ini.
    Sudahkah untuk hari ini saja mengucapkan affirmasi untuk progam kesehata jiwa dan raga?
    Sukses selalu ya Whiendra? Tetap sehat dan cantik selalu. Salam untuk keluarga khususnya Bapak agar tetap sehat selalu.

    BalasHapus
  5. Cinta yang luar biasa, pengorbanan dan kelapangan hati yang benar-benar patut ditiru.

    BalasHapus
  6. Hmm..Kisah yang penuh pengorbanan ,bisa di ambil hikmahnya

    BalasHapus

Whienda sampaikan hormat dan terimakasih atas apresiasi Anda. Semoga apresiasi Anda bukan hanya bermanfaat bagiku tapi juga untuk semua orang.

Nice Story

Ada cerita-cerita cantik di blog ini. Pendek, indah namun yang terpenting : inspiratif. Akan menjadi bagian dari pertimbangan Anda menentukan pilihan The Way of Live.

Karir

Mendukung Anda, meniti karir, mendaki langit meraih bintang. Ayo berbagi bersama saya di blog ini

Kisah Sukses

Mendukung Anda, meniti karir, mendaki langit meraih bintang. Ayo berbagi. Kita tengok cermati cara pandang, tokoh-tokoh sukses ini.

Hipnosis

Ayo, belajar hipnosis bersama saya di blog ini. Suatu yang sederhana dan alamiah yang akan membuat hidup menjadi lebih mudah untuk di jalani. Saya bantu Anda sebizaku.
Banyak cara membuat Slide Show di Sebizaku. Pasti berjalan baik. Gratis untuk Anda.

aneka slide show
Soft Transition Effect.
aneka slide show
Seperti Kompas.com punya.
aneka slide show
Random Square Transition Effect.