05 Desember, 2008

Bencana akibat kesalahan kecil

Jalan pendakian mencapai performance-star tidak selamanya mulus seperti yang diimpikan banyak orang. Bahkan, banyak sekali batu sandungan yang harus kita hindari secara cerdas. Jika gajah dapat tergelincir hanya karena kerikil kecil, tentu demikian juga kita adanya. Namun, tetap saja ada bedanya. Walaupun binatang tak pernah mengenal teori, mereka mau belajar dari kesalahannya. Bahkan, keledai yang dikenal binatang paling bodoh pun tidak akan mengulangi kesalahan lebih dari satu kali. Bagaimana tentang manusia?

Malulah daku jika berpikir demikian. Beberapa kali daku menjumpai kesulitan, cuma gara-gara kerikil kecil. Contohnya kunci kendaraan. Sudah waktunya berangkat kerja masih bingung mencari kunci kendaraan. Pernah juga daku melanggar appoinment gara-gara benda itu. Biasanya kubiarkan kunci itu berada di saku blazer. Tapi blazer yang mana. Gara-gara mencari kunci sialan itu, tak urung kamarku jadi porak poranda kayak dilanda gelombang tsunami. Nyokab pun jadi sasaran kemarahan. Soalnya, Nyokab jualah yang lebih sering ngeberesin kamarku.

Kejadian ini nyaris sama dengan yang kubaca dalam buku best-sellernya John Adrew yang berjudul Superself. "Jangan biarkan hal sepele mengganggu achievement Anda" katanya. Seberapa banyak produkrivitas kita terganggu gara-gara "kebiasaaan" kecil ini. Misalnya, flash-disk! Memang benda itu udah daku kalungin di leher. Tapi, tinggal tutupnya doang! Bodynya entah terselip di mana. Tertinggal di ruangan boss atau di kamar mandi. Misalnya lagi, berkas yang tak dikembalikan ke dalam foldernya, kebiasaan menaruh file di My Document tanpa di proteksi, dan sebagainya. Bayangkan! Hampir setengah hari waktu ku habis hanya untuk pekerjaan "mencari"
Maka, jadilah hari buruk bagku.

Kembali ke anak kunci. Dengan menyediakan tempat kusus semacam pernik keramik di meja hias, "bencana" seperti itu tak bakal terjadi. Yang diperlukan hanya sebuah disiplin kecil. Letakkan pada tempatnya. Dan dalam sekala yang lebih besar, ini bagian dari manajement sukses industri Jepang yang dikenal dengan 5S! Berbobot
nih, ye!

Akhirnya, dengan membulatkan tekat, kutegakkan sebuah disiplin kecil. Kusediakan tempat kusus bagi kunci kendaraan itu. Sebuah hiasan berbentuk cawan, ternbuat dari keramik, kuletakkan di meja kamar. Dan sejak saat itu, waktu santaiku menjadi lebih banyak.

Hingga sekarang, dalam keseharian, masih saja daku melihat orang-orang di sekitarku yang ribut mengenai kuncinya. "Lu ngelihat kunci gua? Tadi gue taruh di sini? Siapa yang ambil?". Itu pertanyaan dia yang kesekian puluh kalinya! Dan daku hampir malas ngejawabnya. Sekali-sekali niru perilaku binatang kenapa sih! "Tidak mengulangi kesalahan!"

Sejak latihan disiplin kecil tersebut, daku lebih nyantai ketika berangkat ke kantor. Sunguh ga' enak memulai pekerjaan penting dengan pikiran yang stress. Ya, cuma gara-gara kunci kendaraan atau flash-disk.

Kini, daku bisa duduk di meja dan siap mempertahankan performance-star. Flash disk siap, semua siap ...
Alamaak ... kunci lanci mejaku ketinggalan di rumah! Dasar manusia ... ...

03 Desember, 2008

Bikin puas orang? Ga' gampang, ya?

Kayaknya udah mau pagi. Tapi, daku belum bisa tidur juga. Padahal malam sebelumnya juga ga' bisa tidur.Kali ini memang hari burukku. Sial binti sebel. Mau bikin hati senang aja kok susah amat. Padahal, pagi tadi daku punya kesempatan bagus. Yaitu, membuat orang puas dan memuaskan diri sendiri. Kayaknya kesempatan pagi tadi bakal gone with the wind. Wes ewees..ewess..gitu!
Pagi tadi daku ke sebuah kantor BUMN yang gede. Di sana, tampak bapak-bapak yang maco-maco berseliweran. Gentar juga hati ini. Gimana ya, ngadepin mereka nanti? Kakiku gemetaran, lututku saling beradu. Tubuh yang memeluk laptop ini kayaknya mau tumbang rasanya.

Daku hanya diberi waktu 15 menit untuk presentasi. Untungnya, setelah baca basmalah. Daku beroleh keberanian. Pada menit-menit pertama kayaknya daku mulai dapat perhatian. Bos-bos itu tampak tersentum-senyum. Kemudian antar mereka saling berbisik. Pandangan mereka tak lepas dari silver-screen yang menampilkan slide-slide ku silih-berganti. Makin lama daku makin pede-aja. Bibirku mulai ga' tak tersendat-sendat lagi.

Sebelnya, setelah waktu habis ...bla..bla..bla berendah hati ... kok, ga' ada yang tepuk tangan? Sesudah kasih ucapan: "Terimakasih presentasinya", bersalaman sedikit, trus bos-bos itu pada ninggalin ruangan? Apa karena sudah mepet waktu istirahat makan siang? Keburu laparkah mereka?

Daku kecewa, kecewa banget. Ketika daku ngeberesin laptop, seseorang mendekat sambil memuji: "Slidenya bagus-bagus!". Matiiik daku! Hampir pingsan rasanya. Yang dipuji kok cuma slide-nya. Trus materi presentasiku gimana? Self-presenting-ku gimana?

Memang sih, sebelumnya, week-endku habis untuk bikin slide. Acara kencan, di-cancel!. Maksud daku biar materi presentasi lebih "nguess.." gitu! Tapi, kenyataannya ... ya, kayak gitu...!

Yeah... hingga malam, bahkan sampai pagi ..mataku cuma bisa kelip-kelip. Susah amat sih bikin orang puas? Trus .. gimana besok? Padahal daku harus melapor ke Boss? Mohon doa nya, ya? Semoga besok pagi ... Boss ga' ngantor! Entah karena apa gitu! Karena nganter isterinya ke mall atau apa ...

Nice Story

Ada cerita-cerita cantik di blog ini. Pendek, indah namun yang terpenting : inspiratif. Akan menjadi bagian dari pertimbangan Anda menentukan pilihan The Way of Live.

Karir

Mendukung Anda, meniti karir, mendaki langit meraih bintang. Ayo berbagi bersama saya di blog ini

Kisah Sukses

Mendukung Anda, meniti karir, mendaki langit meraih bintang. Ayo berbagi. Kita tengok cermati cara pandang, tokoh-tokoh sukses ini.

Hipnosis

Ayo, belajar hipnosis bersama saya di blog ini. Suatu yang sederhana dan alamiah yang akan membuat hidup menjadi lebih mudah untuk di jalani. Saya bantu Anda sebizaku.
Banyak cara membuat Slide Show di Sebizaku. Pasti berjalan baik. Gratis untuk Anda.

aneka slide show
Soft Transition Effect.
aneka slide show
Seperti Kompas.com punya.
aneka slide show
Random Square Transition Effect.